{"id":3976,"date":"2018-08-30T12:03:00","date_gmt":"2018-08-30T05:03:00","guid":{"rendered":"https:\/?p=3976"},"modified":"2018-08-31T19:30:02","modified_gmt":"2018-08-31T12:30:02","slug":"keramat-sakti-kampung-lului","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/","title":{"rendered":"Keramat Sakti Kampung Lului"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style><blockquote>\n<figure id=\"attachment_3981\" aria-describedby=\"caption-attachment-3981\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3981\" src=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-300x200.jpeg 300w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-600x400.jpeg 600w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-150x100.jpeg 150w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-768x512.jpeg 768w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-580x387.jpeg 580w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-820x546.jpeg 820w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start-1160x773.jpeg 1160w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/posisi-awal-di-pancang-start.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3981\" class=\"wp-caption-text\">Bendera merah jatuh, lelo pun berdentum<\/figcaption><\/figure><\/blockquote>\n<p>#Hutanriau (Rabu, 29\/8) &#8211;\u00a0Bendera merah jatuh, <em>lelo<\/em> pun berdentum, tanda dilepas untuk berpacu. Anak pacu bernafsu mengayunkan &#8220;kanyuah&#8221; (bahasa lokal dayung) agar jalur melesat menyalip lawan.\u00a0Ardian, pak wali Air Buluh sebagai timbo ruang di jalur Keramat Sakti Kampung Lului meniup peluit untuk\u00a0memberi aba-aba supaya seluruh anak pacu menganyuah serempak. Biasanya timbo ruang juga akan membuang air sungai yang masuk ke perahu. Selain timbo ruang, ada juga tukang tari biasanya bertugas menari-nari dibagian depan perahu untuk memberi semangat. Ada pula tukang onjai yang berdiri dibagian belakang jalur, mereka biasanya pemberi irama bagi jalur, sehingga jalur akan lebih cepat dan mudah didayung.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3984\" aria-describedby=\"caption-attachment-3984\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3984\" src=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-300x200.jpeg 300w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-600x400.jpeg 600w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-150x100.jpeg 150w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-768x512.jpeg 768w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-580x387.jpeg 580w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-820x546.jpeg 820w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start-1160x773.jpeg 1160w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/meluncur-ke-pancang-start.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3984\" class=\"wp-caption-text\">Keramat Sakti Kampung Lului meluncur ke pancang start<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Air Buluh, salah satu desa di Kabupaten Kuantan Singingi perdana tampil di gelanggang Festival Pacu Jalur. Di momen perdana ini, Air Buluh menyewa jalur dari desa Kopah, kecamatan Kuantan tengah. Jalur adalah perahu dengan panjang sekitar 30 meter yang dapat memuat \u00b150 pendayung yang disebut \u201canak pacu\u201d. Jalur dari Air Buluh diberi nama Keramat Sakti Kampung Lului. Menurut kepala desa Air Buluh, Ardian (27), nama tersebut dipilih karena Kampung Lului adalah kampung lama di desanya dan dipercayai sebagai kampung keramat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_3983\" aria-describedby=\"caption-attachment-3983\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3983 size-medium\" src=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-300x236.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"236\" srcset=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-300x236.jpeg 300w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-600x471.jpeg 600w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-150x118.jpeg 150w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-768x603.jpeg 768w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-1024x804.jpeg 1024w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-580x455.jpeg 580w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-820x644.jpeg 820w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur-1160x911.jpeg 1160w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3983\" class=\"wp-caption-text\">Ardian (27), pak wali air buluh sebagai timbo ruang di jalur Keramat Sakti Kampung Lului<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ardian yang kerap disapa pak Wali (sebutan untuk kepala desa) mengakomodir keinginan para pemuda yang sejak lama ingin berpartisipasi dalam festival ini. \u201cSaya berharap desa kami bisa mengikuti<em> iven<\/em> ini setiap tahun, bukan hanya pada <em>iven<\/em> besar seperti hari ini, tapi juga <em>iven-iven<\/em> rayon\u201d, ungkapnya. Namun ikut berlomba pada festival ini tidaklah murah, desa harus mengeluarkan tidak kurang dari 9 juta rupiah untuk menyewa jalur dan keperluan lainnya.<\/p>\n<p>Meskipun kalah dalam babak penyisihan melawan Satria Muda Panglima Kuantan dari desa Lubuk Tarontang, setidaknya Air Buluh telah tampil di gelanggang. Pak Wali menambahkan selain menstimulan pemuda dalam membangun desa, ia ingin memperkenalkan Air Buluh pada masyarakat luas. Beliau merupakan salah satu kepala desa termuda se-Kabupaten Kuantan Singingi, yang terpilih di 2017 lalu.<\/p>\n<p>Festival ini telah menjadi tradisi tahunan di Kabupaten Kuantan Singingi. Festival yang telah diadakan lebih dari seratus tahun ini telah masuk dalam kalender wisata nasional, juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang dipromosikan pada &#8220;Riau Menyapa Dunia&#8221;.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3982\" aria-describedby=\"caption-attachment-3982\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3982\" src=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-300x200.jpeg 300w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-600x400.jpeg 600w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-150x100.jpeg 150w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-768x512.jpeg 768w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-580x387.jpeg 580w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-820x546.jpeg 820w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu-1160x773.jpeg 1160w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/sedang-berpacu.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3982\" class=\"wp-caption-text\">Keramat Sakti Kampung Lului sedang berpacu<\/figcaption><\/figure>\n<p>Selain pacu jalur, pak Wali juga telah mendukung inisiasi pemuda dalam menjaga Hutan Lindung Bukit Betabuh (HLBB), yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) Bukik Ijau dan Sungai Manggis Sejahtera. Kedua KTH ini bergairah meningkatkan perikehidupan masyarakat desa melalui <em>agroforestry<\/em>. Jernang atau Dragon\u2019s blood adalah komoditas utama yang mulai dibudidayakan di Air Buluh sejak 2 tahun lalu.<\/p>\n<p>Apakah pemuda-pemuda ini mampu menjaga HLBB yang juga dikenal sebagai teritori Harimau Sumatera? Hmm, #ayokeriau kunjungi desa Air Buluh yang hingga saat ini telah mengklaim setidaknya 900 dari 40 ribuan hektare HLBB menjadi wilayah kelola kedua KTH. Artinya, kedua KTH ini telah berkomitmen menjaga 900 hektare ini dari perambahan dan <em>illegal logging<\/em>. Dan saat ini 60 hektare wilayah kelola tersebut telah ditanami Jernang dan direncanakan di 2019 ini penanaman seluas 500 hektare tanaman lokal bernilai ekonomi tinggi lainnya.<\/p>\n<p>Gelora penyelamatan hutan ini tidak bisa dilakukan sendiri, KTH dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Singingi didampingi oleh Yayasan Hutanriau bekerjasama dalam melaksanakan program dari Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indagiri Rokan (WA).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>#Hutanriau (Rabu, 29\/8) &#8211;\u00a0Bendera merah jatuh, lelo pun berdentum, tanda dilepas untuk berpacu. Anak pacu bernafsu mengayunkan &#8220;kanyuah&#8221; (bahasa lokal dayung) agar jalur melesat menyalip lawan.\u00a0Ardian, pak wali Air Buluh sebagai timbo ruang di jalur Keramat Sakti Kampung Lului meniup peluit untuk\u00a0memberi aba-aba supaya seluruh anak pacu menganyuah serempak. Biasanya timbo ruang juga akan membuang&#8230;<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":3983,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49,69,50,5,19,70],"tags":[51,64,59,53,61,63,71,88,84,60,78,55,54,56,73,83,89],"class_list":["post-3976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agroforestry","category-eco-tourism","category-empowerment","category-forest","category-indigenous","category-livelihood","tag-agroforestry","tag-air-buluh","tag-bukik-ijau","tag-bukit-betabuh","tag-daemonorops-draco","tag-darah-naga","tag-eco-tourism","tag-history","tag-indigenous-people","tag-jernang","tag-kuantan-mudik","tag-kuantan-singingi","tag-pengelolaan-hutan","tag-riau","tag-river","tag-traditional-customary-people","tag-village"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v19.6 (Yoast SEO v24.5) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Keramat Sakti Kampung Lului - Hutanriau<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bendera merah jatuh, lelo pun berdentum, tanda dilepas untuk berpacu. Anak pacu bernafsu mengayunkan \u201ckanyuah\u201d (bahasa lokal dayung) serempak agar jalur melesat menyalip lawan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keramat Sakti Kampung Lului\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bendera merah jatuh, lelo pun berdentum, tanda dilepas untuk berpacu. Anak pacu bernafsu mengayunkan \u201ckanyuah\u201d (bahasa lokal dayung) serempak agar jalur melesat menyalip lawan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hutanriau\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/HutanriauPage\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-08-30T05:03:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-08-31T12:30:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1005\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Widya Astuti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Widya Astuti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/\"},\"author\":{\"name\":\"Widya Astuti\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/fb7bf0e59db4589f640fe300e8ca07b7\"},\"headline\":\"Keramat Sakti Kampung Lului\",\"datePublished\":\"2018-08-30T05:03:00+00:00\",\"dateModified\":\"2018-08-31T12:30:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/\"},\"wordCount\":566,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg\",\"keywords\":[\"Agroforestry\",\"Air Buluh\",\"Bukik Ijau\",\"Bukit Betabuh\",\"Daemonorops draco\",\"Darah Naga\",\"eco-tourism\",\"history\",\"indigenous people\",\"Jernang\",\"Kuantan Mudik\",\"Kuantan Singingi\",\"Pengelolaan Hutan\",\"Riau\",\"river\",\"traditional customary people\",\"village\"],\"articleSection\":[\"agroforestry\",\"eco-tourism\",\"Empowerment\",\"Forest\",\"Indigenous\",\"Livelihood\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/\",\"url\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/\",\"name\":\"Keramat Sakti Kampung Lului - Hutanriau\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg\",\"datePublished\":\"2018-08-30T05:03:00+00:00\",\"dateModified\":\"2018-08-31T12:30:02+00:00\",\"description\":\"Bendera merah jatuh, lelo pun berdentum, tanda dilepas untuk berpacu. Anak pacu bernafsu mengayunkan \u201ckanyuah\u201d (bahasa lokal dayung) serempak agar jalur melesat menyalip lawan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":1005,\"caption\":\"Ardian (27), pak wali air buluh sebagai timbo ruang di jalurnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keramat Sakti Kampung Lului\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/\",\"name\":\"Hutanriau\",\"description\":\"Masyarakat sejahtera Hutan terjaga\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization\"},\"alternateName\":\"Hutanriau Foundation\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization\",\"name\":\"hutanriau Foundation\",\"alternateName\":\"Yayasan Hutanriau\",\"url\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/logo-hutanriau-Small.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/logo-hutanriau-Small.png\",\"width\":100,\"height\":96,\"caption\":\"hutanriau Foundation\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/HutanriauPage\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hutanriau\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCzOqLyH6EcKc0DVABpIr_tg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/fb7bf0e59db4589f640fe300e8ca07b7\",\"name\":\"Widya Astuti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9125b87716a72c80c7f7cd30ab87a97?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9125b87716a72c80c7f7cd30ab87a97?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Widya Astuti\"},\"url\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/author\/widya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keramat Sakti Kampung Lului - Hutanriau","description":"Bendera merah jatuh, lelo pun berdentum, tanda dilepas untuk berpacu. Anak pacu bernafsu mengayunkan \u201ckanyuah\u201d (bahasa lokal dayung) serempak agar jalur melesat menyalip lawan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Keramat Sakti Kampung Lului","og_description":"Bendera merah jatuh, lelo pun berdentum, tanda dilepas untuk berpacu. Anak pacu bernafsu mengayunkan \u201ckanyuah\u201d (bahasa lokal dayung) serempak agar jalur melesat menyalip lawan","og_url":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/","og_site_name":"Hutanriau","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/HutanriauPage\/","article_published_time":"2018-08-30T05:03:00+00:00","article_modified_time":"2018-08-31T12:30:02+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":1005,"url":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Widya Astuti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Widya Astuti","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/"},"author":{"name":"Widya Astuti","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/fb7bf0e59db4589f640fe300e8ca07b7"},"headline":"Keramat Sakti Kampung Lului","datePublished":"2018-08-30T05:03:00+00:00","dateModified":"2018-08-31T12:30:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/"},"wordCount":566,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg","keywords":["Agroforestry","Air Buluh","Bukik Ijau","Bukit Betabuh","Daemonorops draco","Darah Naga","eco-tourism","history","indigenous people","Jernang","Kuantan Mudik","Kuantan Singingi","Pengelolaan Hutan","Riau","river","traditional customary people","village"],"articleSection":["agroforestry","eco-tourism","Empowerment","Forest","Indigenous","Livelihood"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/","url":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/","name":"Keramat Sakti Kampung Lului - Hutanriau","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg","datePublished":"2018-08-30T05:03:00+00:00","dateModified":"2018-08-31T12:30:02+00:00","description":"Bendera merah jatuh, lelo pun berdentum, tanda dilepas untuk berpacu. Anak pacu bernafsu mengayunkan \u201ckanyuah\u201d (bahasa lokal dayung) serempak agar jalur melesat menyalip lawan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#primaryimage","url":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg","contentUrl":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/Ardian_timbo_jalur.jpeg","width":1280,"height":1005,"caption":"Ardian (27), pak wali air buluh sebagai timbo ruang di jalurnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/keramat-sakti-kampung-lului\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.hutanriau.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keramat Sakti Kampung Lului"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#website","url":"https:\/\/www.hutanriau.com\/","name":"Hutanriau","description":"Masyarakat sejahtera Hutan terjaga","publisher":{"@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization"},"alternateName":"Hutanriau Foundation","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.hutanriau.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization","name":"hutanriau Foundation","alternateName":"Yayasan Hutanriau","url":"https:\/\/www.hutanriau.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/logo-hutanriau-Small.png","contentUrl":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/logo-hutanriau-Small.png","width":100,"height":96,"caption":"hutanriau Foundation"},"image":{"@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/HutanriauPage\/","https:\/\/www.instagram.com\/hutanriau\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCzOqLyH6EcKc0DVABpIr_tg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/fb7bf0e59db4589f640fe300e8ca07b7","name":"Widya Astuti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9125b87716a72c80c7f7cd30ab87a97?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9125b87716a72c80c7f7cd30ab87a97?s=96&d=mm&r=g","caption":"Widya Astuti"},"url":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/author\/widya\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3976"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3976\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}