{"id":4476,"date":"2020-02-19T00:03:17","date_gmt":"2020-02-18T17:03:17","guid":{"rendered":"https:\/?p=4476"},"modified":"2023-01-17T17:07:54","modified_gmt":"2023-01-17T10:07:54","slug":"tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/","title":{"rendered":"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah"},"content":{"rendered":"<style type=\"text\/css\"><\/style>\n<p>Selasa, pukul 02.00 dini hari\n(18\/2) kelompok tani hutan dari Kuantan Singingi mengetuk pintu kantor Yayasan\nHutanriau membawa 600 kg buah Tampui, 100 kg Barangan (Chestnut\/Kacang keju)&nbsp; dan 25 buah durian daun. \u201cBantu kami (men) jual\nhasil hutan bang!\u201d pinta Sunardi, ketua kelompok tani Sungai Manggis Sejahtera\npada salah satu staf Hutanriau yang membukakan pintu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pukul 09.00 WIB, lima orang\nanggota kelompok tani tersebut meluncur ke jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru untuk\nmenjual hasil hutan yang mereka bawa. Dibantu dua orang staf Yayasan Hutanriau,\nmereka menetapkan tempat untuk memajang buah-buahan langka tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebanyakan dari pembeli yang\nsinggah hanya karena penasaran, sedikit diantaranya yang memang mengenal buah\ntersebut dengan nama berbeda sesuai daerah asal masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya pernah makan buah ini\nsemasa kecil, sekarang sudah tak ada lagi\u201d ujar pak Budi (bukan nama\nsebenarnya), seorang pembeli yang berasal dari Teratak Buluh.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi kampung kami kapunduang\nnamonyo!\u201d imbuh bu Rina (40), seorang pembeli dari Sumatera Barat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSeperti apa rasanya bang?\u201d tanya\nseorang mahasiswa perempuan yang tak ingin disebutkan namanya. \u201cSilakan dicoba\ndulu kak, ini testernya,\u201d jawab Rusli (19), anak petani yang menjaga dagangan\nbuah tersebut dengan ramah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tampui (Baccaurea Macrocarpa)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Buah Tampui rasanya manis jika\nsempurna masaknya, namun akan sedikit terasa asam jika buah belum matang benar.\nKulit buahnya berwarna oranye tua, ukuran dan isi buahnya seperti manggis\nberisi 4-7 biji tergantung besar buah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Tampui dikenal sebagai buah hutan\nyang memiliki rasa dan bau yang khas. Buah ini biasanya banyak ditemui di\npinggir atau dalam hutan, keberadaannya yang semakin langka mendorong kelompok\ntani hutan di Kuantan Singingi untuk membudidayakanya sejak setahun lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat ini kami masih panen buah\ndari <em>rimbo<\/em> (hutan)\u201d jelas Rusli,\npemuda dari desa Air Buluh, Kuantan Singingi.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Kuantan Singingi, ada dua jenis tampui, pertama dikenal dengan Tampui Nasi karena isinya berwarna putih, sedangkan jenis kedua disebut Tampui Kunyik karena warnanya kuning\/ oranye seperti warna kunyit.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4477\" srcset=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-600x450.jpg 600w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-300x225.jpg 300w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-768x576.jpg 768w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-580x435.jpg 580w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-820x615.jpg 820w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi-1160x870.jpg 1160w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Foto ki-ka: Tampui Nasi dan Kunyik (Kredit foto: Melki Rumania)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Selain di Kuantan Singingi, buah\nini banyak ditemukan di daerah Kampar, Rohul, Rohil dan sekitarnya di Provinsi\nRiau. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Barangan (Chestnut\/ Kacang Keju\/ Castanopis argentea)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Barangan (Chestnut\/ Castanopis\nargentea), di Pulau Jawa dikenal dengan nama Saninten. November 2019 lalu, buah\nini dijadikan ikon Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) oleh Kementerian\nLingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Barangan termasuk salah satu jenis\ntumbuhan yang kini dilindungi sesuai peraturan Menteri LHK nomor 92 tahun 2018.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Kuantan Singingi, barangan ini dikenal terdiri dari dua jenis, yang pertama Barangan Ghunjo kulitnya berduri-duri seperti ikon yang diangkat KLHK tersebut. Jenis kedua adalah Barangan Ghumpal, kulitnya bertekstur kasar namun tidak berduri. Isi dan rasa keduanya sama persis.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"470\" src=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal-1024x470.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4478\" srcset=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal-1024x470.jpg 1024w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal-600x276.jpg 600w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal-300x138.jpg 300w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal-768x353.jpg 768w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal-580x266.jpg 580w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal-820x377.jpg 820w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal-1160x533.jpg 1160w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Barangan-Ghumpal.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Barangan Ghumpal (kredit foto: Melki Rumania)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami ingin meningkatkan pengetahuan publik bahwa hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi sehingga perjuangan masyarakat untuk membudidayakan, memanfaatkan, menambah nilai dan melindungi hasil hutan ini juga mendapat dukungan publik&#8221; ujar Melki Rumania, Direktur Program Yayasan <a href=\"https:\/\/\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hutanriau<\/a> saat ditemui di Pekanbaru.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"595\" height=\"593\" src=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/puspa-nasional.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4479\" srcset=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/puspa-nasional.jpg 595w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/puspa-nasional-100x100.jpg 100w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/puspa-nasional-300x300.jpg 300w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/puspa-nasional-200x200.jpg 200w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/puspa-nasional-55x55.jpg 55w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/puspa-nasional-250x250.jpg 250w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/puspa-nasional-580x578.jpg 580w\" sizes=\"auto, (max-width: 595px) 100vw, 595px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Barangan Ghunjo\/ Saninten (Kredit foto: akun instagram KLHK)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cRasanya antara umbi dan kacang, setelah\ndigonseng\/ sangrai akan mengeluarkan bau harum yang khas\u201d, jelas Mat Gazali, salah\nseorang anggota kelompok tani hutan dari Kuantan Singingi.<\/p>\n\n\n\n<p>Berangan dikategorikan sebagai\numbi-umbian daripada kacangan. Negara Perancis, Eropa, dan Amerika memanfaatkan\ntanaman itu sebagai cemilan dan campuran untuk sayuran. Pada musim dingin,&nbsp; Chesnut banyak dijual di jalan-jalan&nbsp; Amerika. Buah ini dapat juga dijadikan\ntepung. Tepung ini kalau di Eropa dan Amerika, dipergunakan untuk bahan roti,\nkue, dan kue dadar, serta pencampur pembuatan sup dan kuah. Pengolahan lain\nbuah Berang dapat juga dijadikan kopi (<a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/elrayyannews\/5c60ecb7aeebe17be3058dea\/pohon-berang-berangan-tanaman-yang-hampir-punah\">https:\/\/www.kompasiana.com\/elrayyannews\/5c60ecb7aeebe17be3058dea\/pohon-berang-berangan-tanaman-yang-hampir-punah<\/a>).<\/p>\n\n\n\n<p>Masih penasaran akan buah langka ini? Kunjungi aja lapak kelompok tani hutan ini, Rabu pagi mulai pukul 10.00 WIB di jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"769\" src=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan-1024x769.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4480\" srcset=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan-1024x769.jpg 1024w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan-600x450.jpg 600w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan-300x225.jpg 300w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan-768x577.jpg 768w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan-580x435.jpg 580w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan-820x616.jpg 820w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan-1160x871.jpg 1160w, https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Jualan.jpg 1440w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Lokasi jualan, Selasa, 18 Februari 2020, Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru (Kredit foto: Widya Astuti)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, pukul 02.00 dini hari (18\/2) kelompok tani hutan dari Kuantan Singingi mengetuk pintu kantor Yayasan Hutanriau membawa 600 kg buah Tampui, 100 kg Barangan (Chestnut\/Kacang keju)&nbsp; dan 25 buah durian daun. \u201cBantu kami (men) jual hasil hutan bang!\u201d pinta Sunardi, ketua kelompok tani Sungai Manggis Sejahtera pada salah satu staf Hutanriau yang membukakan pintu&#8230;.<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":4477,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49,70],"tags":[142,143,144,145,141],"class_list":["post-4476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agroforestry","category-livelihood","tag-barangan","tag-hhbk","tag-langka","tag-punah","tag-tampui"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v19.6 (Yoast SEO v24.5) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah - Hutanriau<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kami ingin meningkatkan pengetahuan publik bahwa hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi sehingga perjuangan masyarakat untuk membudidayakan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kami ingin meningkatkan pengetahuan publik bahwa hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi sehingga perjuangan masyarakat untuk membudidayakan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Hutanriau\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/HutanriauPage\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-02-18T17:03:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-17T10:07:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Widya Astuti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Widya Astuti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":[\"Article\",\"BlogPosting\"],\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/\"},\"author\":{\"name\":\"Widya Astuti\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/fb7bf0e59db4589f640fe300e8ca07b7\"},\"headline\":\"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah\",\"datePublished\":\"2020-02-18T17:03:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-17T10:07:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/\"},\"wordCount\":621,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg\",\"keywords\":[\"barangan\",\"hhbk\",\"langka\",\"punah\",\"tampui\"],\"articleSection\":[\"agroforestry\",\"Livelihood\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/\",\"url\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/\",\"name\":\"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah - Hutanriau\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg\",\"datePublished\":\"2020-02-18T17:03:17+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-17T10:07:54+00:00\",\"description\":\"Kami ingin meningkatkan pengetahuan publik bahwa hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi sehingga perjuangan masyarakat untuk membudidayakan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg\",\"width\":1600,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/\",\"name\":\"Hutanriau\",\"description\":\"Masyarakat sejahtera Hutan terjaga\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization\"},\"alternateName\":\"Hutanriau Foundation\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization\",\"name\":\"hutanriau Foundation\",\"alternateName\":\"Yayasan Hutanriau\",\"url\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/logo-hutanriau-Small.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/logo-hutanriau-Small.png\",\"width\":100,\"height\":96,\"caption\":\"hutanriau Foundation\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/HutanriauPage\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/hutanriau\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCzOqLyH6EcKc0DVABpIr_tg\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/fb7bf0e59db4589f640fe300e8ca07b7\",\"name\":\"Widya Astuti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9125b87716a72c80c7f7cd30ab87a97?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9125b87716a72c80c7f7cd30ab87a97?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Widya Astuti\"},\"url\":\"https:\/\/yhr.or.id\/en\/author\/widya\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah - Hutanriau","description":"Kami ingin meningkatkan pengetahuan publik bahwa hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi sehingga perjuangan masyarakat untuk membudidayakan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah","og_description":"Kami ingin meningkatkan pengetahuan publik bahwa hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi sehingga perjuangan masyarakat untuk membudidayakan","og_url":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/","og_site_name":"Hutanriau","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/HutanriauPage\/","article_published_time":"2020-02-18T17:03:17+00:00","article_modified_time":"2023-01-17T10:07:54+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Widya Astuti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Widya Astuti","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":["Article","BlogPosting"],"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/"},"author":{"name":"Widya Astuti","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/fb7bf0e59db4589f640fe300e8ca07b7"},"headline":"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah","datePublished":"2020-02-18T17:03:17+00:00","dateModified":"2023-01-17T10:07:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/"},"wordCount":621,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg","keywords":["barangan","hhbk","langka","punah","tampui"],"articleSection":["agroforestry","Livelihood"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/","url":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/","name":"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah - Hutanriau","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg","datePublished":"2020-02-18T17:03:17+00:00","dateModified":"2023-01-17T10:07:54+00:00","description":"Kami ingin meningkatkan pengetahuan publik bahwa hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai ekonomi tinggi sehingga perjuangan masyarakat untuk membudidayakan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#primaryimage","url":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Tampui-kunyik-nasi.jpg","width":1600,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yhr.or.id\/tampui-dan-barangan-buah-hutan-yang-hampir-punah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.hutanriau.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tampui dan Barangan, Buah Hutan yang Hampir Punah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#website","url":"https:\/\/www.hutanriau.com\/","name":"Hutanriau","description":"Masyarakat sejahtera Hutan terjaga","publisher":{"@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization"},"alternateName":"Hutanriau Foundation","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.hutanriau.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#organization","name":"hutanriau Foundation","alternateName":"Yayasan Hutanriau","url":"https:\/\/www.hutanriau.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/logo-hutanriau-Small.png","contentUrl":"https:\/\/yhr.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/logo-hutanriau-Small.png","width":100,"height":96,"caption":"hutanriau Foundation"},"image":{"@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/HutanriauPage\/","https:\/\/www.instagram.com\/hutanriau\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCzOqLyH6EcKc0DVABpIr_tg"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/fb7bf0e59db4589f640fe300e8ca07b7","name":"Widya Astuti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.hutanriau.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9125b87716a72c80c7f7cd30ab87a97?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f9125b87716a72c80c7f7cd30ab87a97?s=96&d=mm&r=g","caption":"Widya Astuti"},"url":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/author\/widya\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yhr.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}